body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

$show=home

Mengintip Kesiapan 10 Pakar Hukum Dampingi Tiga Media Online Dipolisikan

Sebanyak tiga media online di Sumenep diadukan ke polisi karena pemberitaan dianggap merendahkan martabat Bupati Sumenep.(foto ilustrasi)

BERITAFAJAR.CO - Buntut pengaduan Gerakan Cinta Busyro Karim (GCB) soal tiga media online kepada Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum berakhir. Bahkan, tiga media sebagai media yang diadukan telah menyiapkan 10 pakar hukum.

10 advokad telah  menyatakan kesiapannya untuk mendampingi tiga media online yang diadukan ke Mapolres Sumenep. Ke-10 advokad itu adalah tim advokasi masing-masing dari tiga media yang diadukan kepada penegak hukum.

Sebagaimana diketahui, tiga media online yang telah diadukan ke Mapolres Sumenep, yakni suaraindonesia-news, memoonlines, dan FaktualNews. Masing-masing tiga advokad dari dua media, telah siaga. Sedangkan empat advokad lainnya dari redaksi FaktualNews.

Pemimpin Redaksi suaraindobesia-news, Zaini Amin mengatakan, aduan tersebut bisa dikatakan salah alamat. Sebab, jika terdapat kejanggalan pada setiap produk jurnalistik tidak bisa langsung dilaporkan kepada penegak hukum. Karena itu masuk ranah Dewan Pers.

”Kecuali terdapat keputusan Dewan Pers masuk pidana, penegak hukum bisa memproses perkara itu. Secara adminitrasi media kami sudah punya badan hukum dan terdaftar di Dewan Pers," ungkapnya.

Pemimpin Redaksi memoonlines.com, Samauddin mengaku tidak gentar, bahkan akan menjungjung tinggi proses hukum di Indonesia. Untuk perkara ini dirinya telah menyiapkan tiga advokad.

"Saya siap kapanpun dimintai keterangan. Ini negara hukum dan kita harus menjungjung tinggi hal itu. Tidak ada yang kebal hukum kok," ungkapnya tegas.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) FaktualNews.co Adi Susanto mengatakan, Pada prinsipnya dirinya menghormati hak setiap warga negara untuk diperlakukan sama di mata hukum. Dan setiap warga negara berhak mendapat supremasi hukum.

"Sah-sah saja jika ada pihak yang merasa dirugikan oleh sebuah pemberitaan namun yg harus diperhatikan disini UU no 40 thn 1999 tentang pers adalah lex specialis," ujarnya.

Jadi, lanjut pria yang biasa disapa Adi ini, yang harus diketahui masyarakat luas adalah adanya mekanisme yg mengatur tentang itu, Berbeda halnya dengan UU ITE (No. 11/2008), terdapat beberapa tindak pidana padanan dari tindak pidana tertentu dalam KUHP.

Misalnya pencemaran (KUHP), ada padanannya di dalam UU ITE, yaitu jika dilakukan dengan mendistribusikan atau mentransmisikan tulisan yang isinya pencemaran melalui sarana teknologi ITE, maka bukan pencemaran dalam KUHP yang diterapkan, melainkan pencemaran di dalam UU ITE. "Sementara UU Pers sama sekali tidak ditemukan keadaan seperti UU ITE," sambungnya.

Namun pihaknya mengaku akan ikuti sejauh mana pelaporan itu. Biar nanti dewan pers yg menentukan suatu pemberitaan itu diluar koridor jurnalistik atau bukan. "Kami memiliki 4 tim advokad, dan ke-4 nya sudah terikat kontrak dengan kantor kita," pungkasnya. (di/ibn)


KOMENTAR

Name

Headline,973,Hikmah,133,Hukum & Kriminal,118,Hukum amp; Kriminal,161,Internasional,26,Kesehatan,50,Madura,123,Nasional,239,Olahraga,46,Pemerintahan,514,Pendidikan,292,Peristiwa,672,Politik,171,Ramadhan,8,Regional,88,Teknologi,43,Wisata,39,
ltr
item
BERITAFAJAR.CO: Mengintip Kesiapan 10 Pakar Hukum Dampingi Tiga Media Online Dipolisikan
Mengintip Kesiapan 10 Pakar Hukum Dampingi Tiga Media Online Dipolisikan
Sebanyak tiga media online di Sumenep diadukan ke polisi karena pemberitaan dianggap merendahkan martabat Bupati Sumenep.(foto ilustrasi)
https://1.bp.blogspot.com/-p1-KVmV9Xow/WWXYyDqzPPI/AAAAAAAABRc/3qlopR0n0dspwsACkaCYcAl2TmXIkxFQQCLcBGAs/s640/jurnalis.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-p1-KVmV9Xow/WWXYyDqzPPI/AAAAAAAABRc/3qlopR0n0dspwsACkaCYcAl2TmXIkxFQQCLcBGAs/s72-c/jurnalis.jpg
BERITAFAJAR.CO
http://www.beritafajar.co/2017/07/mengintip-kesiapan-10-pakar-hukum-dampingi-tiga-media-online-dipolisikan.html
http://www.beritafajar.co/
http://www.beritafajar.co/
http://www.beritafajar.co/2017/07/mengintip-kesiapan-10-pakar-hukum-dampingi-tiga-media-online-dipolisikan.html
true
7048981456069747034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy